mtma

mtma
mtma

Rabu, 10 Juni 2015

CONTOH LAPORAN KEGIATAN OBSEVASI

LAPORAN
HASIL PENGAMATAN
MEMBACA DAN MENULIS DIKELAS RENDAH
                  
Mata Kuliah  : PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI
  KELAS RENDAH
                        Dosen              : Siti Halidjah, M.Pd




Disusun Oleh:
                                    Nama                                     : Siti Maisyarah
                                    NiM                                        : (F1082131027)
                                    Prodi                                       : PGSD
                                    Tempat Observasi                 : SDN 16 Pontianak Kota                                                                      Hari/Tanggal Pelaksanaan   : Selasa, 11 November 2014
                                                                                             




PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2O14

Senin, 08 Juni 2015

Hery Kresnadi: Pembelajaran Berbasis Web

Hery Kresnadi: Pembelajaran Berbasis Web: Latar Belakang Perkembangan Teknologi Informasi (TI) beberapa tahun belakangan ini berkembang dengan kecepatan yang cukup tinggi, s...

Rabu, 03 Juni 2015

KEJAHATAN INTERNASIONAL


MAKALAH
KEJAHATAN INTERNASIONAL
Mata Kuliah : Perspektif Global
Dosen : Drs. H. Suhardi Marli, M.Pd


Disusun Oleh :
Bosni Aris
Kristianus Gonsaga
Sita Fahma Iranata
Siti Maisyarah


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK

2O13


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Pengenalan “Crisme Againts Humaity” (Kejahatan Terhadap Kemanusiaan), pertama kali mulai dikenal dan telah menjadi hukum internasional positif yakni, setelah terjadi Perang Dunia II, sebagaimana ditegaskan dalam Article 6 Charter Of The Internasional Military Trybunal Mahkamah Militer Internasional atau yang juga dikenal dengan London Agreement, August 8 1945. Pasal 6 tersebut tidak mendefinisikan tentang kejahatan terhadap kemanusiaan, melainkan hanya menjabarkan kejahatan-kejahatan apa saja yang merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

MASALAH-MASALAH SOSIAL DAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH SOSIAL

MAKALAH
MASALAH-MASALAH SOSIAL DAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH SOSIAL
MATA KULIAH : Pengembangan Pendidikan IPS di SD
DOSEN               : Drs. H. Mastar Asran, M.Pd

DISUSUN OLEH :

HERMANIARSYAH           : F1082131008
NEVI DELA UTAMI          : F1082131039
SITA FAHMA IRANATA  : F1082131069
SITI MAISYARAH              : F1082131027


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK

2O15



BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.

ROBOK-ROBOK

MAKALAH
ROBOK-ROBOK
MATA KULIAH : Pendidikan Multikultural
 DOSEN :  Drs. Sugiyono, M.Si

DISUSUN OLEH :

SITI MAISYARAH
(F1082131027)

index.jpg


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2O14



BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Indonesia adalah negara yang kaya akan kebudayaan, tradisi serta adat istiadat yang mana sampai sekarang masih dipertahankan. Salah satunya yaitu tradisi robok-robok yang mana sampai sekarang masih dilakukan oleh masyarakat kalimantan barat, terutama masyarakat mempawah, kabupaten pontianak, dikecamatan kakap kabupaten pontianak, dan kabupaten ketapang kalimantan barat. Acara robok-robok juga diisi dengan kegiatan lainnya, seperti lomba sampan, permainan gasing, lomba kasidah, makan saprah dan hiburan masyarakat.

BIMBINGAN BAGI PENGEMBANGAN WAWASAN KARIR MURID

MAKALAH
BIMBINGAN BAGI PENGEMBANGAN WAWASAN KARIR MURID
MATA KULIAH : Bimbingan di SD dan Anak Berkebutuhan
                               Khusus
DOSEN               : Drs. H. Zainuddin, M.Pd

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 11

SITI MAISYARAH                          : F1082131027
                        SUSANTI                                          : F1082131045
                        SYARIFAH DESI WULANDARI : F1082131003


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK

2O15

BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Menghadapi era kesejagatan (globalisasi) dan tantangan dunia pekerjaan yang semakin kompetitif, mengarahkan murid sedini mungkin mengenal karir, merupakan upaya strategis dalam mempersiapkan generasi yang tangguh. Alasan mengapa bimbingan karir di SD perlu dilaksanakan, diulas dalam makalah ini karena ada pihak-pihak yang masih meragukan bahwa bimbingn karir terlalu dini untuk diberikan di SD.

ISU-ISU YANG BERKEMBANG DALAM BIDANG PENDIDIKAN

MAKALAH
ISU-ISU YANG BERKEMBANG DALAM BIDANG PENDIDIKAN
MATA KULIAH : Kajian IPS di SD
 DOSEN :  Drs. H. Suhardi Marli, M.Pd

DISUSUN OLEH :

SITI MAISYARAH
(F1082131027)


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK

2O14

BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana bagi para peserta didik untuk menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian,kecerdasan, akhlak  mulia  serta keterampilan yang  dipergunakan untuk dirinya maupun masyrakat disekelilingnya.

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA

MAKALAH
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
Mata Kuliah :
Dosen : Maha Lastasa, M.Pd




Disusun Oleh :
Kristianus Gonsaga
Siti Maisyarah
Niswatul Hasana
Nevi Dela Utami

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2O13




BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Manusia sebagai makhluk yang berbudaya tidak lain adalah makhluk yang senantiasa menggunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan, karena yang membahagiakan hidup manusia itu hakikatnya sesuatu yang baik, benar dan adil, maka hanya manusia yang selalu berusaha menciptakan kebaikan, kebenaran dan keadilan sajalah yang berhak menyandang gelar manusia berbudaya.