MAKALAH
MASALAH-MASALAH
SOSIAL DAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH SOSIAL
MATA KULIAH : Pengembangan Pendidikan IPS di SD
DOSEN : Drs. H. Mastar Asran, M.Pd
DISUSUN OLEH :
HERMANIARSYAH : F1082131008
NEVI DELA UTAMI : F1082131039
SITA FAHMA IRANATA : F1082131069
SITI MAISYARAH : F1082131027
SITI MAISYARAH : F1082131027

PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS
KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
TANJUNGPURA
PONTIANAK
2O15
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah
sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau
masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan
antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti
kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Tidak selamanya proses sosialisasi dan interaksi sosial
berjalan secara mulus, karena setiap individu memiliki cipta, rasa, dan karsa yang tidak sama dengan
individu-individu yang lain. Oleh karena itu kadang-kadang terjadi perbedaan
kepentingan antara individu yang satu dengan individu yang lain. Dengan
demikian dalam kenyataan hidup biasanya kita dihadapkan pada pilihan yang
berbeda-beda, misalnya kerjasama (cooperation), persaingan (competition),
pertikaian (conflict), dan akomodasi.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan masalah-masalah sosial ?
2. Apa saja yang menjadi sebab-sebab timbulnya masalah sosial ?
3. Apa saja jenis-jenis masalah sosial ?
4. Bagaimana Pendekatan pemecahan masalah sosial ?
C. Tujuan
1.
Mengetahui pengertian masalah-masalah
sosial,
2.
Mengetahui penyebab timbulnya masalah
sosial,
3.
Mengetahui jenis-jenis masalah sosial,
4.
Mengetahui bagaimana pendekatan
pemecahan masalah sosial.
D. Manfaat
Adapun yang dapat kita peroleh setelah mempelajari
materi ini ialah kita dapatmengetahui dan memahami mengenai masalah-masalah
sosial, jenis-jenis masalah sosial, dan mengetahui bagaimana cara pendekatan
untuk pemecahan masalah sosial yang ada.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Masalah Sosial
Manusia
sebagai makhluk sosial dalam kehidupannya mengalami interaksi antara individu
yang satu dengan individu yang lain. Pada umumnya keadaan yang menjadi dambaan
masyarakat luas adalah terciptanya suatu interaksi yang harmonis diantara
sesama anggota masyarakat.
Masalah sosial berkaitan dengan ukuran tentang
nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku dalam kehidupan masyarakat.
Setiap masyarakat tentu saja memiliki ukuran tentang nilai dan norma
sendiri-sendiri yang berbeda dengan nilai dan norma yang berlaku dalam
masyarakat yang lain. Nilai-nilai dan norma-norma sosial yang hidup dalam
masyarakat akan dijadikan sebagai penuntun atau pedoman dalam kehidupannya.
Nilai pada hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang
melekat pada suatu obyek, jadi bukan obyek itu sendiri yang dinamakan nilai.
Sesuatu itu mengandung nilai artinya ada sifat atau kualitas yang melekat pada
sesuatu itu.
Pengertian nilai yang telah diuraikan di atas masih
bersifat abstrak. Oleh karena itu agar dapat diterapkan dan dijadikan pedoman
dalam kehidupan nyata, maka nilai harus dijabarkan ke dalam norma-norma yang sifatnya
lebih konkrit dan jelas sebagai pedoman. Misalnya, norma kesusilaan, norma
kesopanan, norma kesucian, norma keadilan, dan sebagainya.
Masalah adalah suatu keadaan yang menunjukkan
perbedaan antara apa yang kita harapkan dengan apa yang terjadi pada kenyataan.
Dengan kata lain juga dapat mendefinisikan masalah sosial dengan adanya
kesenjangan pada unsur atau sistem kebudayaan maupun masyarakat yang berdampak
pada kelangsungan kelompok sosial masyarakat.
Masalah sosial menunjukkan adanya ketidaksesuaian
antara unsur-unsur kebudayaan masyarakat dan masyarakat merasakan dampak dari
masalah tersebut. Masalah sosial dibedakan kedalam dua bentuk sebagai berikut :
1.
Manifest social problem, yaitu
masalah sosial yang muncul akibat adanya ketimpangan antara nilai dan norma
sosial yang ada dilingkungan masyarakat. Masalah yang menurut keyakinan
masyarakat dapat diperbaiki dan dibatasi atau bahkan bisa dihilangkan(kejadian
yang dianggap salah oleh masyarakat).
2.
Latent social problem,
menunjukkan adanya masalah sosial yang muncul akibat ketimpangan nilai dan
norma sosial, tetapi masyarakat sulit untuk mengatasinya , karena walaupun
masyarakat tidak menyukai nya, tetapi masyarakat tidak berdaya untuk
mengatasinya. Kejadian yang berlawanan dengan norma tetapi tetap diterima oleh
masyarakat(tidak dianggap masalah sosial).
B. Sebab-sebab
Timbulnya Masalah Sosial
Masalah-masalah
sosial itu merupakan dampak dari proses perkembangan masyarakat. Penyebab
masalah sosial antara lain :
1.
Adanya kekurangan dalam diri manusia atau kelompok
yang bersumber pada faktor-faktor ekonomis, biologis, biopsikologis, dan
kebudayaan.
2.
Adanya bentuk penyimpangan sosial di
lingkungan masyarakat.
3.
Adanya pengangguran atau pembatasan sumber alam.
4.
Bertambah atau berkurangnya penduduk.
5.
Ketimpangan yang muncul dalam proses
penentuan kebijakan.
C. Jenis-jenis
Masalah Sosial
Masalah-masalah sosial yang hidup dalam masyarakat
dapat diklasifikasikan kedalam beberapa hal, yaitu:
a.
Kemiskinan
Masalah kemiskinan bisa dipandang secara relatif oleh
masing-masing orang, hal ini tergantung pada taraf kehidupan masyarakat
setempat. Bagi masyarakat modern, miskin itu dipandang karena tidak
terpenuhinya seluruh kebutuhan hidupnya. Akan tetapi bagi masyarakat yang
sederhana kemiskinan itu dipandang karena mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan
primernya seperti sandang, pangan, dan papan. Jadi secara umum kemiskinan dapat
diartikan sebagai suatu keadaan di mana anggota masyarakat tidak sanggup
memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok, dan juga tidak
mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut.
Kemiskinan dapat dibedakan menjadi dua yaitu, miskin budaya dan budaya miskin.
Miskin budaya adalah miskin pengetahuan atau miskin kreativitas, dengan
keterbatasan kemampuannya maka seseorang tidak mampu melakukan sesuatu yang
lebih baik, sehinggatidak bisa memenuhi kebutuhan pokoknya atau kebutuhan
primernya. Adapun budaya miskin adalah budaya malas, orang yang etos kerjanya
sangat rendah meskipun mereka mempunyai kemampuan, pengetahuan yang memadai dan
juga memiliki daya kreatifitas.
b.
Kejahatan atau Kriminalitas
Kejahatan berhubungan dengan organisasi-organisasi
yang hidup dalam masyarakat. Biasanya kejahatan yang dilakukan oleh seseorang
disebabkan karena adanya kekecewaan, merupakan bentuk kompensasi, dapat juga
ditimbulkan oleh golongan yang menganggap dirinya kebal terhadap hukum dan
sarana-sarana pengendalian sosial lainnya, juga situasi sosial yang memberikan
peluang atau kesempatan untuk melakukan kejahatan.
c.
Disorganisasi Keluarga
Adapun yang dimaksud dengan disorganisasi keluarga
adalah perpecahan keluarga sebagai satu unit karena anggota keluarga gagal
memenuhi kewajibannya yang sesuai dengan peranan sosialnya. Bentuk-bentuk
disoganisasi keluarga antara lain:
§ Unit
keluarga tidak lengkap karena hubungan di luar perkawinan
§ Perceraian
§ Tidak ada
komunikasi yang baik diantara anggota keluarga
§ Krisis
keluarga yang disebabkan faktor intern dan ekstern
d.
Peperangan
Masalah peperangan berbeda dengan masalah sosial
lainnya karena menyangkut beberapa masyarakat sekaligus, sehingga merupakan
masalah sosial yang paling sulit dipecahkan. Peperangan mengakibatkan
disorganisasi dalam berbagai aspek kemasyarakatan baik bagi negara yang dapat
memenangkan perang maupun bagi negara yang kalah perang.
e.
Pelanggaran Terhadap
Norma-norma Masyarakat
Bentuk masalah sosial yang disebabkan karena adanya
pelanggaran terhadap norma-norma sosial yang hidup dalam masyarakat dapat
berupa:
§ Pelacuran,
berpengaruh besar terhadap moral seseorang.
§ Delinkuensi
anak-anak yaitu, kelompok anak-anak muda yangtergabung dalam
suatu organisasi baik formal maupun non formalyang mempunyai tingkah
laku yang tidak disukai oleh masyarakat pada umumnya.
§ Alkoholisme,
akibat dari alkoholisme adalah kurangnya kemampuan untuk mengendalikan diri
baik secara fisik, psikologis, maupun sosial sehingga tindakannya akanmengganggu
ketenteraman masyarakat secara umum.
f.
Masalah Kependudukan
Masalah kependudukan merupakan masalah dasar
terjadinya masalah-masalah sosial yang lain. Artinya masalah
kependudukan menjadi pendorong timbulnya masalah-masalah sosial yang
lain. Pertumbuhan penduduk akan diikuti oleh pertumbuhan kebutuhan hidupnya.
Apabila kebutuhan hidup itu tidak terpenuhi akan mengakibatkan terjadinya
berbagai ketimpangan, misalnya dalam bidang ekonomi, ekologi atau lingkungan,
pendidikan dan sebagainya.
g.
Masalah Lingkungan
Secara umum, masalah lingkungan dapat diartikan
sebagai masalah yang terjadi dalam lingkungan hidup manusia. Masalah lingkungan
ini tidak bisa berdiri sendiri artinya masalah ini terkait dengan
masalah-masalah yang lain, seperti masalah kependudukan, misalnya tingginya
arus urbanisasi, rendahnya kualitas sumber daya manusia, dan sebagainya. Selain
itu juga terkait dengan perkembangan Iptek.
D. Pendekatan Pemecahan
Masalah Sosial
Aspek kehidupan manusia itu sangatlah kompleks, baik
dilihat dari aspek penyebarannya, aspek tingkat kebudayaannya, aspek tingkat
ekonominya, aspek politiknya, dan sebagainya, sehingga permasalahan
kehidupannya juga sangat bervariasi.
Ada beberapa pendekatan yang digunakan untuk
memecahkan masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat antara lain:
1. Pendekatan Ekologi
Pendekatan ekologi terhadap suatu masalah sosial,
yaitu pendekatan yang didasarkan atas konsep dan prinsip ekologi.
Penelitian masalah sosial dengan pendekatan ekologi berarti menelaah
masalah sebagai hasil interelasi antara masyarakat manusia dengan lingkungannya
pada suatu ekosistem. Pengaruh manusia terhadap lingkungan dan sebaliknya
pengaruh lingkungan terhadap kehidupan manusia diteliti dan dikaji, selanjutnya
interelasi kedua komponen tersebut dikaji sampai sejauh mana telah menimbulkan
masalah sosial. Merupakan kebenaran pokok bahwa relasi manusia dan lingkungan
dewasa ini bahwa: “manusia merupakan bagian dari alam, bukan penguasa alam”
(Ehrlinch & Paul.R . 1973 :4).
Aspek komponen manusia meliputi : aspek demografis,
sosial-ekonomi, sosial-budaya, sosial-historis, sosial psikologis, dan aspek
sosial-politiknya. Sedangan komponen lingkungan meliputi aspek-aspek
: kesuburan tanah, organisme, hidrografi, iklim, dan mineral.
Selanjutnya dari data di atas dianalisis
secara kuantitatif dan kualitatif apakah faktor-faktor tersebut yang
menyebabkan terjadinya masalah sosial. Selain itu harus dianalisis
pula relasi antara komponen manusia dengan lingkungan dalam menjamin kehidupan
manusia dan dalam mendorong terjadinya masalah sosial. Manusia
cenderung menyederhanakan keadaan unsur-unsur ekosistem sehingga keadaan
ekosistem menjadi labil dan mudah goncang Kegoncangan inilah yang menyebakab
terjadinya ketimpangan ekologi yang dapat menimbulkan masalah sosial
yang mengancam kehidupan manusia.
2.
Pendekatan Sistem
Pendekatan sistem (syatem Approach) masalah sosial,
yaitu suatu pendekatan yang menetapkan bahwa masalah sosial tersebut sebagai
suatu sistem. Sistem adalah suatu rangkaian gejala yang dihubungkan satu sama
lain oleh suatu proses umum (Nursid Sumaatmadja :1986).
Dalam kehidupan sosial manusia, setiap aspek kehidupan
merupakan gejala yang berhubungan satu sama lain membentuk suatu sistem.
Kehidupan itu sendiri merupakan suatu proses umum yang tidak akan berhenti
selama manusia itu hidup, segala aspek kehidupan manusia dengan prosesya yang
terus berlangsung merupakan suatu sistem kehidupan. Pada konsep sistem, benda,
gejala atau peristiwa ditetapkan sebagai suatu keseluruhan dan satu kebulatan
yang tidak terpisah-pisah. Pada suatu sistem bagian-bagian yang terpisah tidak
akan berarti apa-apa jika dibanding dengan kedudukannya sebagai komponen dalam
keseluruhan yang bulat. Kedudukan suatu sistem lebih tinggi dari pada kedudukan
bagian-bagian yang membentuknya.
Pada pendekatan sistem , masalah sosial yang dikaji
sistem masalah sosial di masyarakat, masalah-masalah yang timbul dan
terjadi di masyarakat tidak terlepas satu sama lain. Masalah kependudukan
terkait dengan masalah ekonomi, masalah ekonomi terkait dengan masalah budaya,
dan seterusnya. Satu masalah berkaitan dengan masalah lainnya
membentuk suatu sistem masalah. Pada keadaan seperti itulah masalah sosial
dikaji melalui pendekatan sistem.
Masalah kriminalitas merupakan perpaduan dari subsistem-subsistem
ekonomi (sumber daya, lapangan kerja), budaya (adat, nilai, norma, teknologi),
psikologis (sikap mental, kreativitas, kemauan), politik (kepemimpinan,
peraturan), geografis (komunikasi, iklim, kesuburan tanah). Subsistem-subsistem
yang merupakan masalah kriminalitas tadi tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
Setiap elemen dari subsistem harus dikaji sebagai satu kebulatan
dalam sistem. Dari pengumpulan data tersebut kemudian dilakukan analisis data
dengan analisis kuantitatif dan kualitatif. Baik pengumpulan data
maupun analisis data bergantung kepada perencanaan alat pengumpul
data sesuai dengan subsistem-subsistem yang harus
dievaluasi. Pada perencanaan dan penentuan item-item tiap subsistem
inilah letak kemampuan dan merupakan kunci pendekatan sistem.
3. Pendekatan Interdisipliner
Pendekatan interdisipliner, adalah masalah sosial yang
dianalisis, dikaji dari berbagai disiplin ilmu sosial secara serentak dalam
waktu yang sama. Masalah sosial yang kompleks sesuai dengan subsistem masalahnya,
diungkapkan dari berbagai disiplin akademis seperti, sejarah,
ekonomi, geografi, psikologi, bahkan dari disiplin akademis yang lain, seperti
biologi, kedokteran, IPA, dan sebagainya.
Pendekatan sistem tidak dapat dipisahkan dengan
pendekatan interdisipliner. Pendekatan sistem yang menggunakan disiplin
akademis yang jamak disebut pendekatan interdisipliner. Sedangkan pendekatan
interdisipliner yang menetapkan suatu masalah yang sedang didekati dan
dianalisis sebagai satu sistem, disebut pendekatan sistem.
Pada hakikatnya pendekatan interdisipliner
adalah pendekatan multidisipliner, karena pendekatan ini
berlandaskan cara berpikir manusia yang multidimensional. Manusia jika akan
mengadakan evaluasi terhadap suatu gejala atau masalah selalu ditinjau dari
berbagai aspek (multidimensional).
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Masalah
adalah kesenjangan antara apa yang seharusnya terjadi (das sollen) dengan apa
yang betul-betul terjadi (das sein). Apabila masalah tersebut terjadi
berlarut-larut, maka akan menjadi masalah sosial. Masalah sosial berkaitan
dengan nilai dan norma. Masalah sosial muncul karena ada kesenjangan antara
tata kelakuan yang seharusnya berlaku dengan keadaan yang senyatanya terjadi
dan berlawanan dengan hukum.
Untuk
memecahkan masalah, seseorang harus mengetahui bahasa masyarakat setempat, hal
ini untuk memudahkan komunikasi dan menghindari terjadinya kesalahpahaman.
Selain itu juga harus memahami aspek-aspek : sosial-budaya, sosial-ekonomi,
sosial-psikologi, dan seterusnya. Karena tanpa memahami itu semua
tujuan pemecahan masalah tidak akan tercapai, bahkan dapat menimbulkan masalah
baru. Dalam memecahkan masalah sosial perlu dirumuskan hipotesis, karena
hipotesis merupakan dasar /landasan bagi peneliti, sehingga alternatif pemecahan
masalah dapat dirumuskan secara tepat dan benar. Ada beberapa pendekatan yang
digunakan untuk memecahkan masalah-masalah sosial, antara lain :
1.
Pendekatan ekologi,
2.
pendekatan sistem, dan
3.
pendekatan interdisipliner.
Pendekatan-pendekatan tersebut merupakan
terapi/diagnose yang dapat mengungkapkan sebab-sebab utama, sebab-sebab
tambahan, dan sebab-sebab pengiring dari suatu masalah sosial.
B.
Saran
Pemahaman mengenai permasalahan sosial sangatlah
penting mengingat kita akan terjun keasyarakat. Kemampuan untuk peka terhadap
kehidupan masyarakat sangatlah penting agar tidak terjadi hal-hal yang
menimbulkan masalah sosial. Selain itu, kita juga harus mampu menyelesaikan
setiap permasalahan yang ada dimasyarakat dengan menggunakan metode-metode
pemecahan masalah yang telah kita pelajari sebelumnya. karena bukan hal yang
tidak mungkin suatu saat nanti kita akan dimintai pendapat dan solusinya saat
kita hidup berasyarakat mengingat kedudukan kita sebagai guru.
DAFTAR PUSTAKA
http://destyapurwaningtyas.blogspot.com/2010/03/tugas-makalah-sosiologi-tentang-masalah.html
Casino City - MapYRO
BalasHapusCasino City. 순천 출장샵 7.9 mi. 1.7 mi. 11.5 min. from Las Vegas, Las Vegas. 1.6 mi. 1.7 mi. 안성 출장샵 3 원주 출장마사지 min. 나주 출장안마 from Las Vegas, NV, Las Vegas. 해외배당흐름