MAKALAH
BIMBINGAN
BAGI PENGEMBANGAN WAWASAN KARIR MURID
MATA KULIAH : Bimbingan di SD dan Anak Berkebutuhan
Khusus
DOSEN : Drs. H. Zainuddin, M.Pd
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 11
SITI MAISYARAH : F1082131027
SUSANTI :
F1082131045
SYARIFAH
DESI WULANDARI : F1082131003

PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS
KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
TANJUNGPURA
PONTIANAK
2O15
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Menghadapi era kesejagatan (globalisasi) dan tantangan
dunia pekerjaan yang semakin kompetitif, mengarahkan murid sedini mungkin
mengenal karir, merupakan upaya strategis dalam mempersiapkan generasi yang
tangguh. Alasan mengapa bimbingan karir di SD perlu dilaksanakan, diulas dalam
makalah ini karena ada pihak-pihak yang masih meragukan bahwa bimbingn karir
terlalu dini untuk diberikan di SD.
Tujuan bimbingan karir di SD lebih difokuskan untuk memberikan kesadaran karir kepada para murid. Tahapan dan karakteristik perkembangan karir bagi murid SD memberikan wawasn kepada kita sebagai calon guru, bahwa dalam tahapan perkembangan anak ada titik rawan yang dapat diintervensi secara efektif. Teknik bimbingan karir di SD dapat divariasikan dari yang terpadu, penyampaian paket bimbingan karir, melalui observasi, melalui media bacaan dan elektronik, serta mengundang nara sumber yang relevan dengan tingkat perkembangan anak.
Tujuan bimbingan karir di SD lebih difokuskan untuk memberikan kesadaran karir kepada para murid. Tahapan dan karakteristik perkembangan karir bagi murid SD memberikan wawasn kepada kita sebagai calon guru, bahwa dalam tahapan perkembangan anak ada titik rawan yang dapat diintervensi secara efektif. Teknik bimbingan karir di SD dapat divariasikan dari yang terpadu, penyampaian paket bimbingan karir, melalui observasi, melalui media bacaan dan elektronik, serta mengundang nara sumber yang relevan dengan tingkat perkembangan anak.
B. Rumusan Masalah
1.
Bagaimana Perkembangan Bimbingan Karir ?
2.
Apa Pengertian Bimbingan Karir ?
3.
Apa Pentingnya Bimbingan Karir?
4.
Apa Tujuan Bimbingan Karir di SD?
5.
Apa Tahapan dan Karakteristik
Perkembangan Karir Murid SD?
6.
Bagaimana Teknik Bimbingan Karir bagi
Murid SD ?
C. Tujuan
1.
Mengetahui Perkembangan Bimbingan Karir.
2.
Mengetahui Pengertian Bimbingan Karir.
3.
Mengetahui Pentingnya Bimbingan Karir.
4.
Mengetahui Tujuan Bimbingan Karir di SD.
5.
Mengetahui Tahapan dan Karakteristik
Perkembangan Karir Murid SD.
6.
Mengetahui Teknik Bimbingan Karir bagi
Murid SD.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Perkembangan Bimbingan Karir
Pada tahun 1850-1900 bimbingan karir belum
mulai diorganisasikan secara memadai karena faktor ekonomi, sosial, ideologi,
dan kegiatan ilmiah. Pada akhir abad 19 ini mulai muncul bebrapa tulisan
dan kegiatan yang berkaitan dengan bimbingan karir seperti James McKeen Cattel
(1890) menerbitkan artikelnya yang berjudul “Mind”. Tahun 1896,
Witmer mendirikan klinik psikologis di Universitas Pensylvania dan dia
melakukan studi serta penyembuhan anak-anak yang mengalami kesulitan belajar. Kemudian
kegiatan tersebut dilanjutkan oleh muridnya Morris, dan pada tahun 1920 Morris
mulai menggunakan pengukuran vokasional dan menggunakan metode psikografik
dalam analisis jabatan untuk mengkhususkan syarat-syarat psikologis yang dituntut
oleh suatu oekerjaan tertentu.
Pada tahun 1909, Frank Parson menerbitkan
bukunya yang berjudul “Choosing a Vocational”, dan dia mengidentifikasikan tiga
variabel dasar dalam proses pengambilan keputusan karir, yaitu: individu,
pekerjaan, dan hubungan di antara keduanya. Pada tahun 1912, Hugo
Munsterberg menerbitkan Psychology and Industrial Efficiency di
Jerman sebagai suatu penemuan penting dalam aplikasi psikologi ekperimental
untuk mempelajar pemilihan jabatan dan para pekerja. Pada tahun
1915, Waiter V. Bingham mendirikan lembaga Psikologi Terapan pada Institut
Teknologi Carneige. Pada tahun 1915, Hanry D. Kitson menerbitkan
bukunya yang berjudul Psychology of Vocational Adjustment, dan dia
mulai melihat bahwa bimbingan karir merupakan bidang pekerjaan spesialisasi
para profesional terlatih.
Tahun 1963, Bordin, Nachman, dan Segal
mulai merintis tentang pentingnya variabel kepribadian di dalam proses
pemilihan dan penyesuaian terhadap pekerjaan. Tahun 1966 muncul
berbagai studi yang berorientasi kepada perilaku yang oleh Krumboltz disebut
“revolusi konseling”. Tahun 1969, Crites mengadakan kaji ulang dan
kritik terhadap teori dan penelitian pemilihan dan penyesuaian karir dengan
menyajikan taksonomi obyektif tentang klasifikasi masalah dalam pengambilan
keputusan.
Dari berbagai perkembangan di atas tentang
bimbingan karir, ada kecenderungan yang sampai saat ini kita rasakan dalam
membantu individu memilih dan melakukan penyesuaian
karir. Pendekatan yang paling dominan adalah personian yang
memusatkan diri pada individu, pekerjaan dan hubungan di antara
keduanya. Perkembangan pelaksanaan bimbingan karir pada SD di
Indonesia telah dirintis melalui SD PPSP, kemudian dicoba dikembangkan di SD
lain sebagai pelengkap pelaksanaan bimbigan konseling.
B. Pengertian Bimbingan Karir
Istilah karir sering dikaitkan dengan
pekerjaan atau jabatan, untuk itu kita harus tahu beberapa istilah khusus yang
berkaitan dengan bimbingan karir.
1.
Karir
Merupakan keseluruhan pekerjaan yang dialami seseorang dalam keseluruhan hidupnya. Secara
terbatas dapat diartikan sebagai pengalaman kerja di dalam suatu bidang
pekerjaan tertentu.
2.
Jabatan (Occupation; Vocational)
Yaitu suatu pekerjaan khusus atau kegiatan kerja tertentu.
3.
Perkembangan karir
Keseluruhan perkembangan individu yang menekankan kepada proses persiapan,
memasuki dan kemajuan dalam dunia pekerjaan.
4.
Pendidikan karir
Kegiatan yang direncanakan untuk memberikan pengalaman pendidkan kepada
individu yang akan memberikan kemudahan perkembangan karir.
Istilah bimbingan karir tidak hanya
merujuk kepada program orientasi pekerjaan saja tetapi juga menyangkut:
a)
Keterlibatan antara konselor dengan klien.
b)
Keterlibatan partisipasi aktif klien dalam mengambil keputusan karir dan
tidak bersifat pasif-resesif terhadap informasi.
c)
Proses penyesuaian pribadi bahkan lebih jauh merupakan proses psikoterapi.
Terdapat dua kecenderungan umum dalam
mengartikan bimbingan karir. Kecenderungan pertama mengartikan bimbingan
karir sebagai bantuan kepada individu untuk memilih, mempersiapkan untuk
memasuki dan mengembangkan suatu jabatan. Kecenderungan kedua
(Super, 1951) merumuskan pengertian bimbingan karir sebagai proses membentu
seseorang untuk mengembangkan dan menerima gambaran diri sendiri terintegrasi
dan adekuat dan peranan lainnya dalam dunia kerja. Dan secara umum
bimbingan karir diartikan sebagai upaya bantuan kepada individu untuk
menstimulasi dan memberikan kemudahan perkembangan karir dalam
kehidupannya.
Di sekolah, bimbingan karir dipandang
sebagai proses perkembangan yang berkelanjutan dalam upaya membantu individu
mepersiapkan kariri melalui intervensi kurikuler yang berkaitan dengan
perencanaan karir, pengambilan keputusan, pengembangan keterampilan, mengatasi
masalah, informasi karir dan pemahaman diri. Bimbingan karir di
sekolah dasar diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran dan pemahaman peserta didik
akan ragam kegiatan dan pekerjaan di lingkungan sekitarnya. Selain
itu dapat membantu peserta didik memahami apa yang disukai dan tidak disukai,
kecakapan diri, disiplin, mengontrol kegiatan sendiri. Menurut
Miller (1989, dalam Muro & Kotman, 1995) peranan konselor dalam bimbingan
karir adalah membantu murid agar murid memiliki kesadaran diri, meningkatkan
keterampilan diri seperti dalam kerjasama, dan memberikan informasi tentang
dunia kerja.
C. Pentingnya Bimbingan Karir
Masalah karir sangat erat bahkan tidak
dapat dipisahkan dari masalah pribadi. Individu yang mengalami
masalah karir akan mengalami masalah pribadi juga. Oleh karena itu,
bimbingan karir dan bimbingan pribadi sangat erat
kaitannya. Bimbingan karir dipelajari secara khusus didasarkan kepada
anggapan bahwa:
1.
Kebutuhan bimbingan karir akan jauh lebih
besar dari pada kebutuhan akan psikoterapi.
2.
Bimbingan karir dapat bersifat terapeutik
atau sebagai penyembuhan. Super mengemukakan bahwa dengan membantu
membebaskan ketegangan, mengklarifikasi perasaan, memberikan wawasan, membantu
memperoleh sukses, dan mengembangkan perasaan kompeten dalam suatu wilayah
penyesuaian jabatan, memungkinkan individu menguasai aspek kehidupan lain
secara tepat. Dengan demikian penyesuaian karir membawa perbaikan dalam
penyesuaian secara keseluruhan.
3.
Psikoterapi yang berorientasi kepada
perubahan struktur kepribadian harus diikuti oleh beimbingan
karir. Perubahan kepribadian yang diperoleh melalui proses
psikoterapi jika dikaitkan dengan pemilihan karir diperlukan orientasi kembali
ke arah baru dalam pengembangan karirnya
D. Tujuan Bimbingan Karir di SD
Bimbingan karir di sekolah dasar diarahkan
untuk meumbuhkan kesadaran dan pemahaman peserta didik akan ragam kegiatan dan
pekerjaan di dunia sekitarnya, pengembangan sikap positif terhadap semua jenis
pekerjaan dan orang lain, dan mengembangkan kebiasaan hidup yang
positif. Bimbingan karir di sekolah dasar juga erat kaitannya dengan
upaya membantu peserta didik memahami mana yang disukai dan apa yang tidak
disukai, kecakapan diri, disiplin, mengontrol kegiatan
sendiri. Menurut Muro dan Kotman (1995:351) Program bimbingann karir
di SD difokuskan pada kesadaran diri dan dan kesadaran karir (self and
career awarness).
Secara lebih operasional tujuan layanan
bimbingan karir di SD adalah membantu murid agar dapat:
1.
Mengenal macam-macam dan ciri-ciri
berbagai jenis pekerjaan yang ada.
2.
Merencanakan masa depan.
3.
Membantu arah pekerjaan.
4.
Menyesuaikan keterampilan, kemampuan dan minat dengan jenis pekerjaan.
5.
Membantu mencapai cita-cita (Depdikbud,
1994).
Menurut Bailey dan Nihien (1989), program
pengembangan kesadaran karir di tingkat sekolah dasar, khususnya di kelas
tinggi hendaknya dikembangkan secara terpadu dan mencakup hal-hal berikut:
a)
Informasi yang difokuskan kepada tenggung
jawab dan struktur pekerjaaan.
b)
Penyediaan waktu dan kesempatan bagi
peserta didik untuk berbagi pengetahuan tentang dunia kerja dan pengalaman yang
diperolehnya dari orang-orang sekitar tentang berbagai pekerjaan.
c)
Kesempatan bagi peserta didik untuk
berinteraksi dengan orang-orang yang bekerja di sekitarnya.
d)
Kesempatan bagi peserta didik untuk
mengetahui bagaimana orang merasakan pekerjaan atau profesi yang diplihnya.
e)
Kesempatan bagi peserta didik untuk
mengenali faktor jenis (gender) dalam pekerjaan.
E. Tahapan dan Karakteristik Perkembangan Karir Murid SD
Semua aspek perkembangan manusia (sosial,
fisik, emosi dan pendidikan) saling berkaitan, tak terkecuali perkembangan
karir. Perkembangan karir merupakan bagian dari perkembangan
manusia, karena:
1.
Perkembangan terjadi sepanjang hidup
manusia, Hal ini dapat digambarkan dalam batas-batas kematangan yang merujuk
kepada tahap perkembangan yang dicapai.
2.
Perkembangan individu dipengaruhi oleh
faktor pembawaan dan lingkungan, Hal tersebut berarti bahwa faktor psikologis,
sosiologis, pendidikan, ekonomis dan fisik berpengaruh terhadap perkembangan
individu.
3.
Perkembangan adalah proses yang kontinu, Perkembangan
individu dapat dibantu melalui intervensi seawal mungkin dan berlangsung
sepanjang hidup. Ini berarti bahwa program yang hanya berpusat pada
tahap perkembangan tertentu akan mengurangi efektivitas perkembangan.
4. Sekalipun perkembangan itu kontinu, ada
aspek-aspek yang dominan dalam berbagai periode perkembangan.
5. Perkembangan individu mencakup
diferensi dan integrasi konsep diri dan persepsi tentang
dunianya. Strategi intervensi harus dirancang untuk membantu
individu pada saat berada dalam kematangan normal dari pada intervensi yang
bersifat remedial.
6. Program intervensi termasuk bimbingan
karir harus meperhatikan keragaman individual tersebut.
F. Teknik Bimbingan Karir bagi Murid SD
Bimbingan karir di sekolah dasar dapat
dilaksanakan dengan berbagai teknik seperti: terpadu dalam KBM, paket bimbingan
karir, pengamatan, bacaan dan narasumber.
1.
Terpadu dalam KBM
Teknik ini merupakan teknik yang paling memungkinkan mengingat pelaksana
bimbingan di SD adalah guru. Dalam teknik terpadu, guru hendaknya
menliti materi kurikulum yang dapat disisipi bimbingan karir
2.
Paket bimbingan karir
Paket bimbingan karir dikemass dalam bentuk modul yang terdiri dari satu
topik dan sub topik pembahasan.
3.
Bacaan
Dalam hal ini siswa disuruh untuk membaca riwayat hidup orang-orang yang
berhasil. Selain dalam buku riwayat hidup, informasi jabatan dapat
diperkaya dengan membaca sumber-sumber bacaan seperti surat kabar, majalah,
media elektronik, dll.
4.
Narasumber
Wawasan murid tentang dunia pekerjaan dapat pula diperoleh dengan
mendatangkan narasumber ke sekolah untuk berdoalog dengan anak-anak. Dapat
pula ditugaskan untuk berdialog dengan orang tua masing-masing.
5.
Pengamatan
Dalam hal ini siswa dapat diajak jalan-jalan menuju suatu tempat, kemudian
di sepanjang jalan mereka diminta mengadakan pengamatan tentang jenis-jenis
pekerjaan apa saja yang yang ditemukan.
6.
Ceritera
Murid usia SD sangat menyenangi ceritera, oleh karena itu guru dapat saja
melaksanakan bimbingan karir melalui ceritera. Akan sangat terkesan
jika tokoh-tokoh dalam ceritera divisualisasikan melalui boneka, atau media
gambar.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Teknik bimbingan
karir di artikan sebagai upaya bantuan kepada individu untuk menstimulasi dan
mendorong dan memberikan kemudahan perkembangan karir dalam kehidupannya.
Bimbingan karir di sekolah dasar diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran dan
pemahaman peserta didik akan ragam kegiatan dan pekerjaan di dunia sekitarnya,
pengembangan sikap positif terhadap semua jenis pekerjaan dan orang lain dan
membiasakan hidup yang positif.
B.
Saran
Saran
dari penulis buat pembaca bahwa dari merenungi kehidupan kita tidak akan pernah
terlepas dari karir. Karirlah yang dapat membuat seseorang menjadi beribawa karena
karir pulalah yang dapat membuat seseorang mendapat respon yang positif dari
masyarakat. Dan bagi pengembangan karir di SD pentinglah bagi guru untuk
menyalurkan ilmunya akan arti pentingnya sebuah karir bagi kehidupan.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar