mtma

mtma
mtma

Rabu, 03 Juni 2015

BIMBINGAN BAGI PENGEMBANGAN WAWASAN KARIR MURID

MAKALAH
BIMBINGAN BAGI PENGEMBANGAN WAWASAN KARIR MURID
MATA KULIAH : Bimbingan di SD dan Anak Berkebutuhan
                               Khusus
DOSEN               : Drs. H. Zainuddin, M.Pd

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 11

SITI MAISYARAH                          : F1082131027
                        SUSANTI                                          : F1082131045
                        SYARIFAH DESI WULANDARI : F1082131003


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK

2O15

BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Menghadapi era kesejagatan (globalisasi) dan tantangan dunia pekerjaan yang semakin kompetitif, mengarahkan murid sedini mungkin mengenal karir, merupakan upaya strategis dalam mempersiapkan generasi yang tangguh. Alasan mengapa bimbingan karir di SD perlu dilaksanakan, diulas dalam makalah ini karena ada pihak-pihak yang masih meragukan bahwa bimbingn karir terlalu dini untuk diberikan di SD.
Tujuan bimbingan karir di SD lebih difokuskan untuk memberikan kesadaran karir kepada para murid. Tahapan dan karakteristik perkembangan karir bagi murid SD memberikan wawasn kepada kita sebagai calon guru, bahwa dalam tahapan perkembangan anak ada titik rawan yang dapat diintervensi secara efektif. Teknik bimbingan karir di SD dapat divariasikan dari yang terpadu, penyampaian paket bimbingan karir, melalui observasi, melalui media bacaan dan elektronik, serta mengundang nara sumber yang relevan dengan tingkat perkembangan anak.
B.  Rumusan Masalah
1.    Bagaimana Perkembangan Bimbingan Karir ?
2.    Apa Pengertian Bimbingan Karir ?
3.    Apa Pentingnya Bimbingan Karir?
4.    Apa Tujuan Bimbingan Karir di SD?
5.    Apa Tahapan dan Karakteristik Perkembangan Karir Murid SD?
6.    Bagaimana Teknik Bimbingan Karir bagi Murid SD ?

C.  Tujuan
1.    Mengetahui Perkembangan Bimbingan Karir.
2.    Mengetahui Pengertian Bimbingan Karir.
3.    Mengetahui Pentingnya Bimbingan Karir.
4.    Mengetahui Tujuan Bimbingan Karir di SD.
5.    Mengetahui Tahapan dan Karakteristik Perkembangan Karir Murid SD.
6.    Mengetahui Teknik Bimbingan Karir bagi Murid SD.

BAB II
PEMBAHASAN

A.  Perkembangan Bimbingan Karir
Pada tahun 1850-1900 bimbingan karir belum mulai diorganisasikan secara memadai karena faktor ekonomi, sosial, ideologi, dan kegiatan ilmiah. Pada akhir abad 19 ini mulai muncul bebrapa tulisan dan kegiatan yang berkaitan dengan bimbingan karir seperti James McKeen Cattel (1890) menerbitkan artikelnya yang berjudul “Mind”.  Tahun 1896, Witmer mendirikan klinik psikologis di Universitas Pensylvania dan dia melakukan studi serta penyembuhan anak-anak yang mengalami kesulitan belajar.  Kemudian kegiatan tersebut dilanjutkan oleh muridnya Morris, dan pada tahun 1920 Morris mulai menggunakan pengukuran vokasional dan menggunakan metode psikografik dalam analisis jabatan untuk mengkhususkan syarat-syarat psikologis yang dituntut oleh suatu oekerjaan tertentu.
Pada tahun 1909, Frank Parson menerbitkan bukunya yang berjudul “Choosing a Vocational”, dan dia mengidentifikasikan tiga variabel dasar dalam proses pengambilan keputusan karir, yaitu: individu, pekerjaan, dan hubungan di antara keduanya.  Pada tahun 1912, Hugo Munsterberg menerbitkan Psychology and Industrial Efficiency di Jerman sebagai suatu penemuan penting dalam aplikasi psikologi ekperimental untuk mempelajar pemilihan jabatan dan para pekerja.  Pada tahun 1915, Waiter V. Bingham mendirikan lembaga Psikologi Terapan pada Institut Teknologi Carneige.  Pada tahun 1915, Hanry D. Kitson menerbitkan bukunya yang berjudul Psychology of Vocational Adjustment, dan dia mulai melihat bahwa bimbingan karir merupakan bidang pekerjaan spesialisasi para profesional terlatih.
Tahun 1963, Bordin, Nachman, dan Segal mulai merintis tentang pentingnya variabel kepribadian di dalam proses pemilihan dan penyesuaian terhadap pekerjaan.  Tahun 1966 muncul berbagai studi yang berorientasi kepada perilaku yang oleh Krumboltz disebut “revolusi konseling”.  Tahun 1969, Crites mengadakan kaji ulang dan kritik terhadap teori dan penelitian pemilihan dan penyesuaian karir dengan menyajikan taksonomi obyektif tentang klasifikasi masalah dalam pengambilan keputusan.



Dari berbagai perkembangan di atas tentang bimbingan karir, ada kecenderungan yang sampai saat ini kita rasakan dalam membantu individu memilih dan melakukan penyesuaian karir.  Pendekatan yang paling dominan adalah personian yang memusatkan diri pada individu, pekerjaan dan hubungan di antara keduanya.  Perkembangan pelaksanaan bimbingan karir pada SD di Indonesia telah dirintis melalui SD PPSP, kemudian dicoba dikembangkan di SD lain sebagai pelengkap pelaksanaan bimbigan konseling.

B.  Pengertian Bimbingan Karir
Istilah karir sering dikaitkan dengan pekerjaan atau jabatan, untuk itu kita harus tahu beberapa istilah khusus yang berkaitan dengan bimbingan karir.
1.    Karir
Merupakan keseluruhan pekerjaan yang dialami seseorang dalam keseluruhan hidupnya.  Secara terbatas dapat diartikan sebagai pengalaman kerja di dalam suatu bidang pekerjaan tertentu.
2.    Jabatan (Occupation; Vocational)
Yaitu suatu pekerjaan khusus atau kegiatan kerja tertentu.
3.    Perkembangan karir
Keseluruhan perkembangan individu yang menekankan kepada proses persiapan, memasuki dan kemajuan dalam dunia pekerjaan.
4.    Pendidikan karir
Kegiatan yang direncanakan untuk memberikan pengalaman pendidkan kepada individu yang akan memberikan kemudahan perkembangan karir.

Istilah bimbingan karir tidak hanya merujuk kepada program orientasi pekerjaan saja tetapi juga menyangkut:
a)    Keterlibatan antara konselor dengan klien.
b)    Keterlibatan partisipasi aktif klien dalam mengambil keputusan karir dan tidak bersifat pasif-resesif terhadap informasi.
c)     Proses penyesuaian pribadi bahkan lebih jauh merupakan proses psikoterapi.

Terdapat dua kecenderungan umum dalam mengartikan bimbingan karir. Kecenderungan pertama mengartikan bimbingan karir sebagai bantuan kepada individu untuk memilih, mempersiapkan untuk memasuki dan mengembangkan suatu jabatan.  Kecenderungan kedua (Super, 1951) merumuskan pengertian bimbingan karir sebagai proses membentu seseorang untuk mengembangkan dan menerima gambaran diri sendiri terintegrasi dan adekuat dan peranan lainnya dalam dunia kerja.  Dan secara umum bimbingan karir diartikan sebagai upaya bantuan kepada individu untuk menstimulasi dan memberikan kemudahan perkembangan karir dalam kehidupannya. 
Di sekolah, bimbingan karir dipandang sebagai proses perkembangan yang berkelanjutan dalam upaya membantu individu mepersiapkan kariri melalui intervensi kurikuler yang berkaitan dengan perencanaan karir, pengambilan keputusan, pengembangan keterampilan, mengatasi masalah, informasi karir dan pemahaman diri.  Bimbingan karir di sekolah dasar diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran dan pemahaman peserta didik akan ragam kegiatan dan pekerjaan di lingkungan sekitarnya.  Selain itu dapat membantu peserta didik memahami apa yang disukai dan tidak disukai, kecakapan diri, disiplin, mengontrol kegiatan sendiri.  Menurut Miller (1989, dalam Muro & Kotman, 1995) peranan konselor dalam bimbingan karir adalah membantu murid agar murid memiliki kesadaran diri, meningkatkan keterampilan diri seperti dalam kerjasama, dan memberikan informasi tentang dunia kerja.

C.  Pentingnya Bimbingan Karir
Masalah karir sangat erat bahkan tidak dapat dipisahkan dari masalah pribadi.  Individu yang mengalami masalah karir akan mengalami masalah pribadi juga.  Oleh karena itu, bimbingan karir dan bimbingan pribadi sangat erat kaitannya.  Bimbingan karir dipelajari secara khusus didasarkan kepada anggapan bahwa:
1.      Kebutuhan bimbingan karir akan jauh lebih besar dari pada kebutuhan akan psikoterapi.
2.      Bimbingan karir dapat bersifat terapeutik atau sebagai penyembuhan. Super mengemukakan bahwa dengan membantu membebaskan ketegangan, mengklarifikasi perasaan, memberikan wawasan, membantu memperoleh sukses, dan mengembangkan perasaan kompeten dalam suatu wilayah penyesuaian jabatan, memungkinkan individu menguasai aspek kehidupan lain secara tepat.  Dengan demikian penyesuaian karir membawa perbaikan dalam penyesuaian secara keseluruhan.
3.      Psikoterapi yang berorientasi kepada perubahan struktur kepribadian harus diikuti oleh beimbingan karir.  Perubahan kepribadian yang diperoleh melalui proses psikoterapi jika dikaitkan dengan pemilihan karir diperlukan orientasi kembali ke arah baru dalam pengembangan karirnya

D.  Tujuan Bimbingan Karir di SD
Bimbingan karir di sekolah dasar diarahkan untuk meumbuhkan kesadaran dan pemahaman peserta didik akan ragam kegiatan dan pekerjaan di dunia sekitarnya, pengembangan sikap positif terhadap semua jenis pekerjaan  dan orang lain, dan mengembangkan kebiasaan hidup yang positif.  Bimbingan karir di sekolah dasar juga erat kaitannya dengan upaya membantu peserta didik memahami mana yang disukai dan apa yang tidak disukai, kecakapan diri, disiplin, mengontrol kegiatan sendiri.  Menurut Muro dan Kotman (1995:351) Program bimbingann karir di SD difokuskan pada kesadaran diri dan dan kesadaran karir (self and career awarness).
Secara lebih operasional tujuan layanan bimbingan karir di SD adalah membantu murid agar dapat:
1.    Mengenal macam-macam dan ciri-ciri berbagai jenis pekerjaan yang ada.
2.     Merencanakan masa depan.
3.    Membantu arah pekerjaan.
4.     Menyesuaikan keterampilan, kemampuan dan minat dengan jenis pekerjaan.
5.    Membantu mencapai cita-cita (Depdikbud, 1994).

Menurut Bailey dan Nihien (1989), program pengembangan kesadaran karir di tingkat sekolah dasar, khususnya di kelas tinggi hendaknya dikembangkan secara terpadu dan mencakup hal-hal berikut:
a)    Informasi yang difokuskan kepada tenggung jawab dan struktur pekerjaaan.
b)   Penyediaan waktu dan kesempatan bagi peserta didik untuk berbagi pengetahuan tentang dunia kerja dan pengalaman yang diperolehnya dari orang-orang sekitar tentang berbagai pekerjaan.
c)    Kesempatan bagi peserta didik untuk berinteraksi dengan orang-orang yang bekerja di sekitarnya.
d)   Kesempatan bagi peserta didik untuk mengetahui bagaimana orang merasakan pekerjaan atau profesi yang diplihnya.
e)    Kesempatan bagi peserta didik untuk mengenali faktor jenis (gender) dalam pekerjaan.







E.  Tahapan dan Karakteristik Perkembangan Karir Murid SD
Semua aspek perkembangan manusia (sosial, fisik, emosi dan pendidikan) saling berkaitan, tak terkecuali perkembangan karir.  Perkembangan karir merupakan bagian dari perkembangan manusia, karena:
1.    Perkembangan terjadi sepanjang hidup manusia, Hal ini dapat digambarkan dalam batas-batas kematangan yang merujuk kepada tahap perkembangan yang dicapai.
2.    Perkembangan individu dipengaruhi oleh faktor pembawaan dan lingkungan, Hal tersebut berarti bahwa faktor psikologis, sosiologis, pendidikan, ekonomis dan fisik berpengaruh terhadap perkembangan individu.
3.    Perkembangan adalah proses yang kontinu, Perkembangan individu dapat dibantu melalui intervensi seawal mungkin dan berlangsung sepanjang hidup.  Ini berarti bahwa program yang hanya berpusat pada tahap perkembangan tertentu akan mengurangi efektivitas perkembangan.
4. Sekalipun perkembangan itu kontinu, ada aspek-aspek yang dominan dalam berbagai periode perkembangan.
5. Perkembangan individu mencakup diferensi dan integrasi konsep diri dan persepsi tentang dunianya.  Strategi intervensi harus dirancang untuk membantu individu pada saat berada dalam kematangan normal dari pada intervensi yang bersifat remedial.
6. Program intervensi termasuk bimbingan karir harus meperhatikan keragaman individual tersebut.

F.   Teknik Bimbingan Karir bagi Murid SD
Bimbingan karir di sekolah dasar dapat dilaksanakan dengan berbagai teknik seperti: terpadu dalam KBM, paket bimbingan karir, pengamatan, bacaan dan narasumber.
1.    Terpadu dalam KBM
Teknik ini merupakan teknik yang paling memungkinkan mengingat pelaksana bimbingan di SD adalah guru.  Dalam teknik terpadu, guru hendaknya menliti materi kurikulum yang dapat disisipi bimbingan karir
2.     Paket bimbingan karir
Paket bimbingan karir dikemass dalam bentuk modul yang terdiri dari satu topik dan sub topik pembahasan.
3.    Bacaan
Dalam hal ini siswa disuruh untuk membaca riwayat hidup orang-orang yang berhasil.  Selain dalam buku riwayat hidup, informasi jabatan dapat diperkaya dengan membaca sumber-sumber bacaan seperti surat kabar, majalah, media elektronik, dll.
4.    Narasumber
Wawasan murid tentang dunia pekerjaan dapat pula diperoleh dengan mendatangkan narasumber ke sekolah untuk berdoalog dengan anak-anak. Dapat pula ditugaskan untuk berdialog dengan orang tua masing-masing.
5.    Pengamatan
Dalam hal ini siswa dapat diajak jalan-jalan menuju suatu tempat, kemudian di sepanjang jalan mereka diminta mengadakan pengamatan tentang jenis-jenis pekerjaan apa saja yang yang ditemukan.
6.     Ceritera
Murid usia SD sangat menyenangi ceritera, oleh karena itu guru dapat saja melaksanakan bimbingan karir melalui ceritera.  Akan sangat terkesan jika tokoh-tokoh dalam ceritera divisualisasikan melalui boneka, atau media gambar.


BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Teknik bimbingan karir di artikan sebagai upaya bantuan kepada individu untuk menstimulasi dan mendorong dan memberikan kemudahan perkembangan karir dalam kehidupannya. Bimbingan karir di sekolah dasar diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran dan pemahaman peserta didik akan ragam kegiatan dan pekerjaan di dunia sekitarnya, pengembangan sikap positif terhadap semua jenis pekerjaan dan orang lain dan membiasakan hidup yang positif.


B.     Saran
Saran dari penulis buat pembaca bahwa dari merenungi kehidupan kita tidak akan pernah terlepas dari karir. Karirlah yang dapat membuat seseorang menjadi beribawa karena karir pulalah yang dapat membuat seseorang mendapat respon yang positif dari masyarakat. Dan bagi pengembangan karir di SD pentinglah bagi guru untuk menyalurkan ilmunya akan arti pentingnya sebuah karir bagi kehidupan.


DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar