mtma

mtma
mtma

Rabu, 03 Juni 2015

MASALAH-MASALAH SOSIAL DAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH SOSIAL

MAKALAH
MASALAH-MASALAH SOSIAL DAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH SOSIAL
MATA KULIAH : Pengembangan Pendidikan IPS di SD
DOSEN               : Drs. H. Mastar Asran, M.Pd

DISUSUN OLEH :

HERMANIARSYAH           : F1082131008
NEVI DELA UTAMI          : F1082131039
SITA FAHMA IRANATA  : F1082131069
SITI MAISYARAH              : F1082131027


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK

2O15



BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.

Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Tidak selamanya proses sosialisasi dan interaksi sosial berjalan secara mulus, karena setiap individu memiliki cipta,  rasa, dan karsa yang tidak sama dengan individu-individu yang lain. Oleh karena itu kadang-kadang terjadi perbedaan kepentingan antara individu yang satu dengan individu yang lain. Dengan demikian dalam kenyataan hidup biasanya kita dihadapkan pada pilihan yang berbeda-beda, misalnya kerjasama (cooperation), persaingan (competition), pertikaian (conflict), dan akomodasi.

B.  Rumusan Masalah
1.    Apakah yang dimaksud dengan masalah-masalah sosial ?
2.    Apa saja yang menjadi sebab-sebab timbulnya masalah sosial ?
3.    Apa saja jenis-jenis masalah sosial ?
4.    Bagaimana Pendekatan pemecahan masalah sosial ?
C.  Tujuan
1.    Mengetahui pengertian masalah-masalah sosial,
2.    Mengetahui penyebab timbulnya masalah sosial,
3.    Mengetahui jenis-jenis masalah sosial,
4.    Mengetahui bagaimana pendekatan pemecahan masalah sosial.




D.  Manfaat
Adapun yang dapat kita peroleh setelah mempelajari materi ini ialah kita dapatmengetahui dan memahami mengenai masalah-masalah sosial, jenis-jenis masalah sosial, dan mengetahui bagaimana cara pendekatan untuk pemecahan masalah sosial yang ada.


BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian Masalah Sosial
Manusia sebagai makhluk sosial dalam kehidupannya mengalami interaksi antara individu yang satu dengan individu yang lain. Pada umumnya keadaan yang menjadi dambaan masyarakat luas adalah terciptanya suatu interaksi yang harmonis diantara sesama anggota masyarakat.
Masalah sosial berkaitan dengan ukuran tentang nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku dalam kehidupan masyarakat. Setiap masyarakat tentu saja memiliki ukuran tentang nilai dan norma sendiri-sendiri yang berbeda dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat yang lain. Nilai-nilai dan norma-norma sosial yang hidup dalam masyarakat akan dijadikan sebagai penuntun atau pedoman dalam kehidupannya.
Nilai pada hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu obyek, jadi bukan obyek itu sendiri yang dinamakan nilai. Sesuatu itu mengandung nilai artinya ada sifat atau kualitas yang melekat pada sesuatu itu.
Pengertian nilai yang telah diuraikan di atas masih bersifat abstrak. Oleh karena itu agar dapat diterapkan dan dijadikan pedoman dalam kehidupan nyata, maka nilai harus dijabarkan ke dalam norma-norma yang sifatnya lebih konkrit dan jelas sebagai pedoman. Misalnya, norma kesusilaan, norma kesopanan, norma kesucian, norma keadilan, dan sebagainya.
Masalah adalah suatu keadaan yang menunjukkan perbedaan antara apa yang kita harapkan dengan apa yang terjadi pada kenyataan. Dengan kata lain juga dapat mendefinisikan masalah sosial dengan adanya kesenjangan pada unsur atau sistem kebudayaan maupun masyarakat yang berdampak pada kelangsungan kelompok sosial masyarakat.
Masalah sosial menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan masyarakat dan masyarakat merasakan dampak dari masalah tersebut. Masalah sosial dibedakan kedalam dua bentuk sebagai berikut :
1.    Manifest social problem, yaitu masalah sosial yang muncul akibat adanya ketimpangan antara nilai dan norma sosial yang ada dilingkungan masyarakat. Masalah yang menurut keyakinan masyarakat dapat diperbaiki dan dibatasi atau bahkan bisa dihilangkan(kejadian yang dianggap salah oleh masyarakat).
2.    Latent social problem, menunjukkan adanya masalah sosial yang muncul akibat ketimpangan nilai dan norma sosial, tetapi masyarakat sulit untuk mengatasinya , karena walaupun masyarakat tidak menyukai nya, tetapi masyarakat tidak berdaya untuk mengatasinya. Kejadian yang berlawanan dengan norma tetapi tetap diterima oleh masyarakat(tidak dianggap masalah sosial).
B.  Sebab-sebab Timbulnya Masalah Sosial
Masalah-masalah sosial itu merupakan dampak dari proses perkembangan masyarakat. Penyebab masalah sosial antara lain :
1.    Adanya kekurangan dalam diri manusia atau kelompok yang bersumber pada faktor-faktor ekonomis, biologis, biopsikologis, dan kebudayaan.
2.     Adanya bentuk penyimpangan sosial di lingkungan masyarakat.
3.    Adanya pengangguran atau pembatasan sumber alam.
4.    Bertambah atau berkurangnya penduduk.
5.     Ketimpangan yang muncul dalam proses penentuan kebijakan.
C.  Jenis-jenis Masalah Sosial
Masalah-masalah sosial yang hidup dalam masyarakat dapat diklasifikasikan kedalam beberapa hal, yaitu:
a.    Kemiskinan
Masalah kemiskinan bisa dipandang secara relatif oleh masing-masing orang, hal ini tergantung pada taraf kehidupan masyarakat setempat. Bagi masyarakat modern, miskin itu dipandang karena tidak terpenuhinya seluruh kebutuhan hidupnya. Akan tetapi bagi masyarakat yang sederhana kemiskinan itu dipandang karena mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan primernya seperti sandang, pangan, dan papan. Jadi secara umum kemiskinan dapat diartikan sebagai suatu keadaan di mana anggota masyarakat tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok, dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut. Kemiskinan dapat dibedakan menjadi dua yaitu, miskin budaya dan budaya miskin. Miskin budaya adalah miskin pengetahuan atau miskin kreativitas, dengan keterbatasan kemampuannya maka seseorang tidak mampu melakukan sesuatu yang lebih baik, sehinggatidak bisa memenuhi kebutuhan pokoknya atau kebutuhan primernya. Adapun budaya miskin adalah budaya malas, orang yang etos kerjanya sangat rendah meskipun mereka mempunyai kemampuan, pengetahuan yang memadai dan juga memiliki daya kreatifitas.
b.    Kejahatan atau Kriminalitas
Kejahatan berhubungan dengan organisasi-organisasi yang hidup dalam masyarakat. Biasanya kejahatan yang dilakukan oleh seseorang disebabkan karena adanya kekecewaan, merupakan bentuk kompensasi, dapat juga ditimbulkan oleh golongan yang menganggap dirinya kebal terhadap hukum dan sarana-sarana pengendalian sosial lainnya, juga situasi sosial yang memberikan peluang atau kesempatan untuk melakukan kejahatan.
c.    Disorganisasi Keluarga
Adapun yang dimaksud dengan disorganisasi keluarga adalah perpecahan keluarga sebagai satu unit karena anggota keluarga gagal memenuhi kewajibannya yang sesuai dengan peranan sosialnya. Bentuk-bentuk disoganisasi keluarga antara lain:
§  Unit keluarga tidak lengkap karena hubungan di luar perkawinan
§  Perceraian
§  Tidak ada komunikasi yang baik diantara anggota keluarga
§  Krisis keluarga yang disebabkan faktor intern dan ekstern 
d.   Peperangan
Masalah peperangan berbeda dengan masalah sosial lainnya karena menyangkut beberapa masyarakat sekaligus, sehingga merupakan masalah sosial yang paling sulit dipecahkan. Peperangan mengakibatkan disorganisasi dalam berbagai aspek kemasyarakatan baik bagi negara yang dapat memenangkan perang maupun bagi negara yang kalah perang.
e.    Pelanggaran Terhadap Norma-norma Masyarakat
Bentuk masalah sosial yang disebabkan karena adanya pelanggaran terhadap norma-norma sosial yang hidup dalam masyarakat dapat berupa:
§  Pelacuran, berpengaruh besar terhadap moral seseorang.
§  Delinkuensi anak-anak  yaitu, kelompok anak-anak muda yangtergabung dalam suatu  organisasi baik formal maupun non formalyang mempunyai tingkah laku yang tidak disukai oleh masyarakat pada umumnya.
§  Alkoholisme, akibat dari alkoholisme adalah kurangnya kemampuan untuk mengendalikan diri baik secara fisik, psikologis, maupun sosial sehingga tindakannya akanmengganggu ketenteraman masyarakat secara umum.
f.     Masalah Kependudukan
Masalah kependudukan merupakan masalah dasar terjadinya masalah-masalah sosial yang lain. Artinya masalah kependudukan  menjadi pendorong timbulnya masalah-masalah sosial yang lain. Pertumbuhan penduduk akan diikuti oleh pertumbuhan kebutuhan hidupnya. Apabila kebutuhan hidup itu tidak terpenuhi akan mengakibatkan terjadinya berbagai ketimpangan, misalnya dalam bidang ekonomi, ekologi atau lingkungan, pendidikan dan sebagainya.


g.    Masalah Lingkungan
Secara umum, masalah lingkungan dapat diartikan sebagai masalah yang terjadi dalam lingkungan hidup manusia. Masalah lingkungan ini tidak bisa berdiri sendiri artinya masalah ini terkait dengan masalah-masalah yang lain, seperti masalah kependudukan, misalnya tingginya arus urbanisasi, rendahnya kualitas sumber daya manusia, dan sebagainya. Selain itu juga terkait dengan  perkembangan Iptek.
D.  Pendekatan Pemecahan Masalah Sosial
Aspek kehidupan manusia itu sangatlah kompleks, baik dilihat dari aspek penyebarannya, aspek tingkat kebudayaannya, aspek tingkat ekonominya, aspek politiknya, dan sebagainya, sehingga permasalahan kehidupannya juga sangat bervariasi.
Ada beberapa pendekatan yang digunakan untuk memecahkan masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat antara lain:
1.    Pendekatan Ekologi
Pendekatan ekologi terhadap suatu masalah sosial, yaitu pendekatan yang didasarkan atas konsep dan prinsip  ekologi. Penelitian masalah sosial dengan  pendekatan ekologi berarti menelaah masalah sebagai hasil interelasi antara masyarakat manusia dengan lingkungannya pada suatu ekosistem. Pengaruh manusia terhadap lingkungan dan sebaliknya pengaruh lingkungan terhadap kehidupan manusia diteliti dan dikaji, selanjutnya interelasi kedua komponen tersebut dikaji sampai sejauh mana telah menimbulkan masalah sosial. Merupakan kebenaran pokok bahwa relasi manusia dan lingkungan dewasa ini bahwa: “manusia merupakan bagian dari alam, bukan penguasa alam” (Ehrlinch & Paul.R . 1973 :4).
Aspek komponen manusia meliputi : aspek demografis, sosial-ekonomi, sosial-budaya, sosial-historis, sosial psikologis, dan aspek sosial-politiknya. Sedangan komponen lingkungan meliputi  aspek-aspek : kesuburan tanah, organisme, hidrografi,  iklim, dan  mineral.
Selanjutnya dari data di atas  dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif apakah faktor-faktor tersebut yang menyebabkan terjadinya masalah sosial. Selain itu  harus dianalisis pula relasi antara komponen manusia dengan lingkungan dalam menjamin kehidupan manusia dan dalam mendorong  terjadinya masalah sosial. Manusia cenderung menyederhanakan keadaan unsur-unsur ekosistem sehingga keadaan ekosistem menjadi labil dan mudah goncang Kegoncangan inilah yang menyebakab terjadinya ketimpangan ekologi  yang dapat menimbulkan masalah sosial yang mengancam kehidupan manusia.


2.    Pendekatan Sistem                            
Pendekatan sistem (syatem Approach) masalah sosial, yaitu suatu pendekatan yang menetapkan bahwa masalah sosial tersebut sebagai suatu sistem. Sistem adalah suatu rangkaian gejala yang dihubungkan satu sama lain oleh suatu proses umum (Nursid Sumaatmadja :1986).
Dalam kehidupan sosial manusia, setiap aspek kehidupan merupakan gejala yang berhubungan satu sama lain membentuk suatu sistem. Kehidupan itu sendiri merupakan suatu proses umum yang tidak akan berhenti selama manusia itu hidup, segala aspek kehidupan manusia dengan prosesya yang terus berlangsung merupakan suatu sistem kehidupan. Pada konsep sistem, benda, gejala atau peristiwa ditetapkan sebagai suatu keseluruhan dan satu kebulatan yang tidak terpisah-pisah. Pada suatu sistem bagian-bagian yang terpisah tidak akan berarti apa-apa jika dibanding dengan kedudukannya sebagai komponen dalam keseluruhan yang bulat. Kedudukan suatu sistem lebih tinggi dari pada kedudukan bagian-bagian yang membentuknya.
Pada pendekatan sistem , masalah sosial yang dikaji sistem masalah sosial di masyarakat,  masalah-masalah yang timbul dan terjadi di masyarakat tidak terlepas satu sama lain. Masalah kependudukan terkait dengan masalah ekonomi, masalah ekonomi terkait dengan masalah budaya, dan seterusnya. Satu masalah berkaitan  dengan masalah lainnya membentuk suatu sistem masalah. Pada keadaan seperti itulah masalah sosial dikaji melalui pendekatan sistem.
Masalah kriminalitas merupakan perpaduan dari subsistem-subsistem ekonomi (sumber daya, lapangan kerja), budaya (adat, nilai, norma, teknologi), psikologis (sikap mental, kreativitas, kemauan), politik (kepemimpinan, peraturan), geografis (komunikasi, iklim, kesuburan tanah). Subsistem-subsistem yang merupakan masalah kriminalitas tadi tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Setiap elemen dari  subsistem harus dikaji sebagai satu kebulatan dalam sistem. Dari pengumpulan data tersebut kemudian dilakukan analisis data dengan analisis kuantitatif dan kualitatif. Baik pengumpulan  data maupun analisis data bergantung kepada perencanaan  alat pengumpul data   sesuai dengan subsistem-subsistem  yang harus dievaluasi. Pada perencanaan  dan penentuan item-item tiap subsistem inilah letak kemampuan dan merupakan kunci pendekatan sistem.
3.    Pendekatan Interdisipliner
Pendekatan interdisipliner, adalah masalah sosial yang dianalisis, dikaji dari berbagai disiplin ilmu sosial secara serentak dalam waktu yang sama. Masalah sosial yang kompleks sesuai dengan subsistem masalahnya, diungkapkan dari berbagai disiplin  akademis seperti, sejarah, ekonomi, geografi, psikologi, bahkan dari disiplin akademis yang lain, seperti biologi, kedokteran, IPA, dan sebagainya.
Pendekatan sistem tidak dapat dipisahkan dengan pendekatan interdisipliner. Pendekatan sistem yang menggunakan disiplin akademis yang jamak disebut pendekatan interdisipliner. Sedangkan pendekatan interdisipliner yang menetapkan suatu masalah yang sedang didekati dan dianalisis sebagai satu sistem, disebut pendekatan sistem.
Pada hakikatnya pendekatan interdisipliner adalah  pendekatan multidisipliner, karena pendekatan ini berlandaskan cara berpikir manusia yang multidimensional. Manusia jika akan mengadakan evaluasi terhadap suatu gejala atau masalah selalu ditinjau dari berbagai aspek (multidimensional).

BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Masalah adalah kesenjangan antara apa yang seharusnya terjadi (das sollen) dengan apa yang betul-betul terjadi (das sein). Apabila masalah tersebut terjadi berlarut-larut, maka akan menjadi masalah sosial. Masalah sosial berkaitan dengan nilai dan norma. Masalah sosial muncul karena ada kesenjangan antara tata kelakuan yang seharusnya berlaku dengan keadaan yang senyatanya terjadi dan berlawanan dengan hukum.
Untuk memecahkan masalah, seseorang harus mengetahui bahasa masyarakat setempat, hal ini untuk memudahkan komunikasi dan menghindari terjadinya kesalahpahaman. Selain itu juga harus memahami aspek-aspek : sosial-budaya, sosial-ekonomi, sosial-psikologi, dan seterusnya. Karena tanpa memahami  itu semua tujuan pemecahan masalah tidak akan tercapai, bahkan dapat menimbulkan masalah baru. Dalam memecahkan masalah sosial perlu dirumuskan hipotesis, karena hipotesis merupakan dasar /landasan bagi peneliti, sehingga alternatif pemecahan masalah dapat dirumuskan secara tepat dan benar. Ada beberapa pendekatan yang digunakan untuk memecahkan masalah-masalah sosial, antara lain :
1.    Pendekatan ekologi,
2.    pendekatan sistem, dan
3.    pendekatan interdisipliner.
Pendekatan-pendekatan tersebut merupakan terapi/diagnose yang dapat mengungkapkan sebab-sebab utama, sebab-sebab tambahan, dan sebab-sebab pengiring dari suatu masalah sosial.
B.  Saran
Pemahaman mengenai permasalahan sosial sangatlah penting mengingat kita akan terjun keasyarakat. Kemampuan untuk peka terhadap kehidupan masyarakat sangatlah penting agar tidak terjadi hal-hal yang menimbulkan masalah sosial. Selain itu, kita juga harus mampu menyelesaikan setiap permasalahan yang ada dimasyarakat dengan menggunakan metode-metode pemecahan masalah yang telah kita pelajari sebelumnya. karena bukan hal yang tidak mungkin suatu saat nanti kita akan dimintai pendapat dan solusinya saat kita hidup berasyarakat mengingat kedudukan kita sebagai guru.

DAFTAR PUSTAKA

http://destyapurwaningtyas.blogspot.com/2010/03/tugas-makalah-sosiologi-tentang-masalah.html

1 komentar:

  1. Casino City - MapYRO
    Casino City. 순천 출장샵 7.9 mi. 1.7 mi. 11.5 min. from Las Vegas, Las Vegas. 1.6 mi. 1.7 mi. 안성 출장샵 3 원주 출장마사지 min. 나주 출장안마 from Las Vegas, NV, Las Vegas. 해외배당흐름

    BalasHapus